Inovasi Pertanian dan Pangan
Tahap Penerapan
TEPUNG MOKAF "MODIFIED CASSAVA FLOUR'
Inovator
Rika Puspitasari
Inisiator
Rika Puspitasari
Tahun / Penerapan
19 Aug 2021
Status Verifikasi
PUBLISHED
Latar Belakang & Rancang Bangun
Seiring dengan kemajuan zaman, diikuti juga dengan perubahan prilaku kehikehidupan
masyakat pedesaan, sebut saja Desa Sukamaju yang berdiri di tahun 2003 yang mana jika
kita kilas kebelakang, awal terbentuknya Desa Sukamaju merupakan tidak terpisahnya
dengan Dusun 2 Sukamaju (TRAN), Tran diambil dari istilah Transmigrasi (perpidahan
penduduk dari suatu tempat ke tempat lain) guna pemeraatan penduduk, masyarakatnya
mayorotas jawa, dn mereka disediakan oleh pemerintah pada masa itu lahan pekarangan
yang cukup luas guna memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga bisa digunakan untuk
bercocok tanam, mengingat waktu itu susahnya mata pencaharian, namun sekarang
perkarangan tersebut banyak yang terbengkalai, lagi-lagi dimasa pandemi covid-19 saat ini
kita dituntut untuk berdiam di rumah,bahkan bekerja dirumah dan berinovasi guna untuk
memenuhi kebutuhan pangan sendiri dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang
ada disekitar kita. Belum usai pandemi Covid-19, kita juga dihadapidengan menaiknya angka
gizi buruk pada anak-anak di usia1.000 hari kehidupan (Stunting). Pandemi Covid-19 dan
stunting ini menjadi topik terpanas saat ini, dengan alasan itulah munsul di pemikiran
penulis/inovator, apa yang harus dilakukan di rumah dimasa Pandemi Covi-19 saat ini dan
bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk membantu menurunkan angka Stunting
dengan memanfaatkan lahan dan SUmber Daya Alam yang ada tetapi bisa menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat besar. Inovator langsung teringat suatu kata 'MOCAF' yaitu bhan
olahan makanan dari ubi kau atau singkong yang mempunyai sumber gizi yang bagus, sehat,
murah dan bahan baku mudah didapat. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari
suatu tempat ketempat yang lain, penduduknya mayoritas suku jawa, suku jawa identik
dengan rajin, ulet tekun bajhkan pekerja keras. BErcocok tanam (bertani) suah tidak asing
lagi bagi mereka dan biasanya hasil pertanian tersebut diolah untuk memenuhi kebutuhan
pangan mereka sehari-hari. Tanaman ubi/singkong sangat mudah kita dapatkan dan bibitnya
gampang tidak harus beli. Tanaman ini ternyata sangat mudah perawatannya, namun
mempunyai banyak manfaat bahkan bisa diolah dengan berbagai jenis olahan makanan
seperti mie, tiwol, tepung goreng, bubur dan sebagainya setelah menjadi tepung Mocaf.
Solusi Inovatif
"Solusi yang dilakukan melalui inovasi MOCAF (Modified Cassava Flour) adalah memanfaatkan lahan pekarangan dan potensi tanaman singkong yang tersedia di Desa Sukamaju sebagai sumber pangan sekaligus bahan baku produk olahan bernilai tambah. Masyarakat diarahkan untuk kembali memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya banyak terbengkalai dengan menanam singkong secara mandiri.
Singkong yang dihasilkan kemudian diolah menjadi tepung MOCAF, sehingga memiliki masa simpan lebih lama dan dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai olahan pangan seperti mie, tiwul, bubur, makanan ringan, dan produk pangan lainnya. Pengolahan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian lokal sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan dari luar.
Inovasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah untuk menghasilkan bahan pangan yang dapat dikonsumsi sendiri maupun dikembangkan menjadi produk usaha.
Dengan demikian, inovasi MOCAF tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan potensi singkong, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, mendorong kemandirian pangan, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal Desa Sukamaju."
Manfaat Utama & Dampak Kemanfaatan
Inovasi pembuatan tepung Mocaf ini bertujuan diantaranya mengisi waktu luang selama
pandemi Covid-19 dengan berada dirumah sambil memanfaatkan pekarangan rumah seraya
menanam ubi kayu/singkongkemudiaj dibuat tepung Mocaf. selain itu juga inovasi ini bisa
menghasilkan pundi-pundi rupiah karena Mocaf ini memiliki kandungan gizi yang sama
dengan beras dan kentang namun harganya jauh lebih murah, sehingga sangat laku dijual
dan pemintnya sangat banyak. Kemudian dengan mengandung gizi yang baik, olahan
makanan dari tepung Mocaf tersbut bisa digunakan untuk Pemberian Makanan Tambahan
Balita (PMT) dengan harapan bisa membantu menurunkan angka Gizi Buruk (Stunting).
Tujuan Spesifik Inovasi
Inovasi pembuatan tepung Mocaf ini bertujuan diantaranya mengisi waktu luang selama
pandemi Covid-19 dengan berada dirumah sambil memanfaatkan pekarangan rumah seraya
menanam ubi kayu/singkongkemudiaj dibuat tepung Mocaf. selain itu juga inovasi ini bisa
menghasilkan pundi-pundi rupiah karena Mocaf ini memiliki kandungan gizi yang sama
dengan beras dan kentang namun harganya jauh lebih murah, sehingga sangat laku dijual
dan pemintnya sangat banyak. Kemudian dengan mengandung gizi yang baik, olahan
Tim Inovator & Pemilik Inovasi
Rika Puspitasari
Ketua Inovator / Pemilik Utama
Rika Puspitasari
Ketua Tim / Inisiator Utama
• WA: 082213259414 • rikapuspita@bridasiap.id