SPRABILIZER DAROKUN
Inovasi Pertanian dan Pangan Tahap Penerapan

SPRABILIZER DAROKUN

Inovator Fahri Al Shirazi MS
Inisiator OPD / Masyarakat PALI
Tahun / Penerapan 01 Apr 2026
Status Verifikasi PUBLISHED

Latar Belakang & Rancang Bangun

Pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Indonesia. Namun, keberlanjutan sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang berpotensi menurunkan kualitas tanah, mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah, dan memengaruhi produktivitas lahan dalam jangka panjang (Martirah et al., 2024). Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang memiliki sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. Di sisi lain, tingginya harga pupuk dan keterbatasan pupuk bersubsidi dapat meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung petani (Tarissa, 2026). Permasalahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, tetapi juga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat menurunkan hasil produksi. Tanaman pangan di wilayah Sumatera Selatan diketahui menghadapi berbagai jenis OPT sehingga diperlukan upaya pengendalian yang efektif dan berkelanjutan (Titi et al., 2024). Penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara terus-menerus juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak terhadap kualitas tanah dan mikroorganisme yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman (Nurhidayanti, 2025). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya alternatif input pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan tanaman, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan sumber daya hayati lokal sebagai bahan biofertilizer. Daun lamtoro (Leucaena leucocephala) memiliki kandungan unsur hara makro, termasuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta kandungan hara yang cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik (Sitty et al., 2025; Kusuma, 2026). Nitrogen berperan dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan klorofil, sedangkan fosfor dan kalium berperan dalam berbagai proses fisiologis tanaman. Pemanfaatan lamtoro sebagai bahan pupuk juga dapat meningkatkan nilai guna sumber daya hayati yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain lamtoro, kunyit (Curcuma longa L.) memiliki potensi sebagai bahan hayati untuk mendukung perlindungan tanaman. Kunyit mengandung senyawa bioaktif, terutama kurkumin, yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur (Mustakim, 2025). Kandungan tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam pengembangan bahan perlindungan tanaman berbasis alami (Andre, 2024). Dengan demikian, kombinasi daun lamtoro dan kunyit memiliki potensi untuk menghasilkan suatu inovasi yang memadukan fungsi penyedia unsur hara dengan pemanfaatan senyawa bioaktif alami. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan inovasi yang mampu memanfaatkan sumber daya hayati lokal secara lebih optimal sekaligus memberikan kemudahan dalam aplikasinya. Oleh karena itu, dikembangkan Sprabilizer Darokun, yaitu biofertilizer berbentuk spray berbahan dasar ekstrak daun lamtoro, kunyit, dan Mikroorganisme Lokal (MOL). Daun lamtoro dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara, sedangkan kunyit digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung perlindungan tanaman. Penggunaan MOL dalam proses fermentasi ditujukan untuk membantu proses penguraian bahan organik sehingga menghasilkan formulasi yang lebih praktis untuk diaplikasikan. Keunggulan Sprabilizer Darokun terletak pada integrasi dua fungsi dalam satu produk, yaitu pemanfaatan sumber hara berbasis bahan organik dan pemanfaatan bahan hayati untuk mendukung perlindungan tanaman. Formulasi tersebut dikembangkan melalui proses fermentasi, pengujian efektivitas pada tanaman, serta validasi kandungan unsur hara di laboratorium. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi bahan hayati lokal, menghasilkan produk pertanian yang praktis dan bernilai ekonomi, serta mendukung penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan di masyarakat.

Solusi Inovatif

"“Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, kami menghadirkan Sprabilizer Darokun, yaitu spray biofertilizer berbahan hayati lokal seperti daun lamtoro, kunyit, dan MOL (Mikroorganisme Lokal). Inovasi ini memanfaatkan potensi bahan yang mudah diperoleh untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, mendukung pertumbuhan tanaman, serta membantu menjaga kesehatan tanaman. Dengan bentuk spray, produk ini juga praktis dan mudah diaplikasikan. Melalui Sprabilizer Darokun, kami tidak hanya menghadirkan solusi bagi pertanian, tetapi juga mengubah potensi bahan lokal menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.”"

Manfaat Utama & Dampak Kemanfaatan

menyuburkan tanaman menghilangkan hama secara alami, menghilangkan opt memberikan nutrisi pada tanaman ramah lingkungan

Tujuan Spesifik Inovasi

meningkat kan kesuburan tanah memupuk tanaman secara alami menanggal hama dan mikroorganisme patogen peluang pasar pertanian organik

Tim Inovator & Pemilik Inovasi

Fahri Al Shirazi MS
Ketua Inovator / Pemilik Utama