Inovasi Bidang Kesehatan
Tahap Penerapan
SI CANTIK TB
Inovator
Hepi Pardila
Inisiator
Hepi Pardila
Tahun / Penerapan
2026
Status Verifikasi
PUBLISHED
Latar Belakang & Rancang Bangun
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, yang menempati peringkat kedua dunia dengan beban kasus TB terbanyak. Sebagian besar kasus belum ditemukan atau belum dilaporkan (missing cases), sehingga penularan di masyarakat terus berlangsung. Penemuan kasus yang hanya bergantung pada pasien yang datang ke fasilitas kesehatan (passive case finding) membuat banyak penderita terlambat terdiagnosis, terutama di wilayah terpencil, padat penduduk, dan kelompok berisiko tinggi seperti kontak serumah, penderita HIV, diabetes, lansia, dan warga lapas. Padahal satu penderita TB aktif yang tidak diobati dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun. Karena itu, diperlukan skrining yang cepat, aktif, dan menjangkau masyarakat untuk mendukung target eliminasi TB 2030.
Solusi Inovatif
"Penemuan kasus aktif (ACF): petugas dan kader mendatangi rumah, sekolah, pesantren, tempat kerja, dan permukiman padat untuk menyaring gejala TB.
Skrining digital: aplikasi atau formulir daring untuk menilai gejala (batuk ≥2 minggu, demam, berat badan turun, keringat malam) secara mandiri, dengan data langsung terhubung ke puskesmas.
Rontgen dada portabel dengan AI (CAD4TB): membaca gambaran paru secara otomatis dan cepat langsung di lapangan.
Tes Cepat Molekuler (TCM/GeneXpert): hasil diagnosis dan deteksi resistansi obat dalam waktu sekitar 2 jam.
Transportasi sampel dahak (misalnya melalui ojek atau kurir sampel) ke laboratorium agar daerah terpencil terlayani.
Pelacakan kontak dan pemberian terapi pencegahan TB (TPT) kepada kontak erat.
Peran kader dan komunitas untuk edukasi, pendampingan, dan mengurangi stigma."
Manfaat Utama & Dampak Kemanfaatan
Bagi pasien:
Diagnosis lebih dini sehingga peluang sembuh lebih tinggi dan komplikasi berkurang.
Pengobatan segera dimulai dan biaya perawatan lebih rendah.
Bagi masyarakat:
Rantai penularan terputus lebih cepat.
Stigma menurun dan kesadaran meningkat.
Bagi sistem kesehatan:
Jumlah kasus yang ditemukan dan dilaporkan meningkat (missing cases berkurang).
Kasus TB resistan obat terdeteksi lebih awal.
Data pemantauan lebih akurat dan real-time.
Mendukung pencapaian target eliminasi TB 2030.
Tim Inovator & Pemilik Inovasi
Hepi Pardila
Ketua Inovator / Pemilik Utama
Hepi Pardila
Ketua Tim / Inisiator Utama
• hepipardila0101@gmail.com