SABAPU - KERTAS
Inovasi Bidang Pendidikan Tahap Penerapan

SABAPU - KERTAS

Inovator Yarjuku
Inisiator Yarjuku
Tahun / Penerapan 26 Sep 2026
Status Verifikasi PUBLISHED

Latar Belakang & Rancang Bangun

Kertas merupakan salah satu komoditas utama dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan lembaga pendidikan seperti SD Negeri 39 Talang Ubi. Penggunaan kertas ujian, buku latihan bekas, lembar kerja peserta siswa, serta dokumen administrasi sekolah menghasilkan limbah kertas padat yang terakumulasi secara berlanjut setiap semester. Secara ekologis, produksi satu ton kertas membutuhkan pemotongan sekitar 17 pohon dewasa serta konsumsi puluhan ribu liter air dan energi. Ancaman ekologis menjadi kian nyata mengingat penebangan pohon secara masif dan terus-menerus demi memenuhi kebutuhan industri termasuk industri bahan baku kertas memberikan dampak destruktif bagi keseimbangan alam. Hilangnya tutupan hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan wilayah hulu memicu krisis iklim serta meningkatkan risiko bencana alam hidrometeorologi secara drastis. Bencana alam yang marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini, seperti banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan Sumatera, menjadi bukti nyata dampaknya. Hanyutnya gelondongan kayu dan luapan air berarus deras tidak hanya menghancurkan permukiman, tetapi juga merupakan akibat dari hilangnya fungsi hutan sebagai penahan erosi dan penyerap air hujan. Selain memicu bencana alam, pemusnahan limbah kertas dengan cara dibakar di lingkungan permukiman atau sekolah juga menghasilkan emisi gas rumah kaca berupa karbon dioksida dan metana yang memperparah pemanasan global serta mencemari kualitas udara. Kondisi faktual sebelum hadirnya inovasi di SD Negeri 39 Talang Ubi menunjukkan bahwa pengelolaan limbah kertas sekolah masih sangat konvensional. Kertas-kertas bekas umumnya menumpuk di gudang sekolah, dibakar di tempat pembakaran sampah belakang sekolah, atau dibuang begitu saja ke tempat sampah tanpa adanya pemilahan dan daur ulang kreatif. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan kokurikuler di sekolah sering kali menghadapi tantangan dalam penyediaan media pembelajaran serta Pendidikan Lingkungan Hidup yang interaktif, kontekstual, dan berbiaya terjangkau. Maraknya bencana alam akibat kerusakan hutan menjadi alarm sekaligus landasan kritis bagi warga sekolah untuk tidak tinggal diam. Edukasi lingkungan tidak boleh lagi berhenti pada penyampaian teori di dalam kelas, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang menyentuh kesadaran peserta didik. Guna mengatasi permasalahan lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran karakter peserta didik, saya merancang program inovasi terintegrasi bernama SABAPU-KERTAS (Sayangi Bumi dan Pohon Ubah Sampah Kertas Menjadi Kerajinan Vas Bunga). Inovasi ini mengintegrasikan kegiatan kokurikuler sekolah dengan aksi daur ulang sampah kertas menjadi produk.

Solusi Inovatif

"Inovasi SABAPU-KERTAS (Sayangi Bumi dan Pohon Ubah Sampah Kertas Menjadi Kerajinan Vas Bunga) menghadirkan pendekatan terpadu yang mengubah cara pandang terhadap limbah kertas dari sampah menjadi sumber daya media belajar. Solusi ini mengintegrasikan pengolahan sampah kertas dengan program kokurikuler sekolah untuk mentransformasikan limbah padat menjadi produk kerajinan vas bunga yang bernilai estetika dan guna, sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter peduli lingkungan bagi peserta didik."

Manfaat Utama & Dampak Kemanfaatan

- Bagi peserta didik dan sekolah, menumbuhkan kepedulian lingkungan, jiwa kewirausahaan, serta kreativitas peserta didik; menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan asri. - Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, mendukung pencapaian target pengurangan sampah daerah, penguatan program Sekolah Adiwiyata, dan akselerasi pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan.

Tujuan Spesifik Inovasi

- Mengurangi volume sampah kertas di lingkungan SD Negeri 39 Talang Ubi minimal 60% melalui daur ulang terstruktur. - Mengintegrasikan edukasi pelestarian lingkungan dan keterampilan psikomotorik peserta didik dalam kegiatan kokurikuler terpadu. - Menghasilkan produk kerajinan vas bunga daur ulang yang bernilai estetis, dapat dipergunakan sebagai dekorasi sekolah, serta berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Tim Inovator & Pemilik Inovasi

Yarjuku
Ketua Inovator / Pemilik Utama
Yarjuku
Ketua Tim / Inisiator Utama • yarjukumore8180@gmail.com