Inovasi Bidang Sosial Humaniora
Tahap Penerapan
pojok baca
Inovator
Rika Puspitasari
Inisiator
Rika Puspitasari
Tahun / Penerapan
05 Mar 2019
Status Verifikasi
PUBLISHED
Latar Belakang & Rancang Bangun
Tingkat minat baca peserta didik Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir masih sangat
rendah yaitu 0,05 persen. Perhitungan diambil dari jumlah peserta didik secara keseluruhan
Tahun 2017 adalah 44.083 orang sedang jumlah pengunjung perpustakaan Tahun 2017
adalah 2203 orang. Memperhatikan data tersebut diperlukan solusi atau terobosan untuk
meningkatkan minat baca. Adapun data sekolah dari semua jenjang pada tahun 2017 adalah
Sekolah Dasar (SD) berjumlah 110 sekolah, Sekolah Menengah Tingkat Pertama ( SMP)
berjumlah 32 sekolah, dan SMA/SMK berjumlah 23 sekolah.
Berangkat dari beberapa pengalaman yang telah dialami oleh Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dimana terkadang terdapat beberapa
kegiatan wajib yang dikarenakan belum optimalnya penyusunan langkah-langkah
penyempurnaan kegiatan minat baca bidang Perpustakaan melalui pojok baca. Kegiatan
minat dan budaya baca yang sifatnya situasional perlu adanya penjadwalan yang terencana
karena Urgensi. Pola penjadwal pengunjung minat dan budaya baca pada pojok baca di
satuan pendidikan.
Untuk pelaksanaan program pojok baca ini dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan
ini masih belum terkoordinasi dengan baik.
Dari uraian dapat ditarik kesimpulan bahwa proses yang ada pada saat ini untuk mekanisme
penjadwalan sangat tidak efektif dan efisien. Untuk itulah penulis secara khusus
mengangkat permasalahan ini menjadi suatu gagasan dalam proyek perubahan dimana
penulis akan melakukan memaximalisasi pojok-pojok baca pada satuan pendidikan sehingga
didapatkan suatu sistem yang efektif dan efisien. Manfaat yang didapatkan dari optimalnya
penyusunan langkah-langkah penyempurnaan kegiatan minat baca bidang Perpustakaan
melalui pojok baca pada satuan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan beberapa
perubahan diantaranya terbentuknya pojok baca di kelas pada satuan pendidikan,
optimalnya pengelolaan pojok baca yang berkelanjutan, melakukan pembinaan, adanya
Peraturan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir yang akhirnya menghasilkan produk Duta Baca/
Duta Literasi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
Berdasarkan telaahan yang telah dilakukan penyusun memilih optimalnya Penyusunan
langkah-langkah penyempurnaan kegiatan minat baca bidang Perpustakaan
melalui pojok baca pada satuan pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
Solusi Inovatif
"Solusi yang ditawarkan melalui inovasi optimalisasi pojok baca pada satuan pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) adalah membangun sistem pengelolaan pojok baca yang terencana, terjadwal, terkoordinasi, dan berkelanjutan untuk meningkatkan minat dan budaya baca peserta didik.
Inovasi ini dilakukan dengan mengubah kegiatan membaca yang sebelumnya masih bersifat situasional menjadi kegiatan yang memiliki jadwal dan mekanisme pelaksanaan yang jelas pada setiap satuan pendidikan. Pojok baca tidak hanya dibentuk sebagai tempat menyimpan buku, tetapi dikembangkan menjadi sarana pembiasaan membaca dan kegiatan literasi yang melibatkan peserta didik, guru, sekolah, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Solusi yang diberikan meliputi:
Membentuk pojok baca di ruang kelas pada berbagai jenjang pendidikan sebagai sarana yang mudah diakses peserta didik dalam melakukan kegiatan membaca.
Menyusun jadwal kegiatan membaca secara terencana, sehingga aktivitas minat dan budaya baca dapat dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya bergantung pada kegiatan tertentu.
Meningkatkan koordinasi antara sekolah dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, khususnya dalam pengelolaan, pembinaan, pemantauan, dan pengembangan pojok baca.
Melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada sekolah dan pengelola pojok baca agar kegiatan literasi dapat berjalan secara konsisten.
Mengoptimalkan pemanfaatan koleksi bacaan dengan menyediakan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan usia serta kebutuhan peserta didik.
Melakukan monitoring dan evaluasi, antara lain melalui pemantauan aktivitas membaca dan pemanfaatan pojok baca, sehingga perkembangan program dapat diketahui dan diperbaiki secara berkala.
Membangun kebijakan pendukung melalui regulasi daerah, termasuk mendorong terbentuknya Peraturan Bupati sebagai landasan pengembangan kegiatan minat dan budaya baca di satuan pendidikan.
Mendorong lahirnya Duta Baca/Duta Literasi Kabupaten PALI sebagai penggerak dan teladan bagi peserta didik serta masyarakat dalam membangun budaya membaca.
Dengan solusi tersebut, program pojok baca diharapkan tidak lagi berjalan secara parsial dan situasional, tetapi menjadi program literasi yang sistematis dan berkelanjutan. Optimalisasi pojok baca juga diharapkan dapat memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan, meningkatkan frekuensi kegiatan membaca, serta secara bertahap membangun minat dan budaya baca di lingkungan sekolah dan masyarakat Kabupaten PALI."
Manfaat Utama & Dampak Kemanfaatan
1. Menyulap ruang kecil ( kelas ) menjadi Perpustakaan ( Pojok baca).
2. Untuk mewujudkan budaya gemar membaca.
3. Mempermudah para peserta peserta didik untuk membaca buku non pelajaran tanpa harus
mundar mandir ke perpustakaan.
Tujuan Spesifik Inovasi
Terbentuknya pojok baca ( PokCa ) pada satuan pendidikan (Satdik) kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir
Tim Inovator & Pemilik Inovasi
Rika Puspitasari
Ketua Inovator / Pemilik Utama
Rika Puspitasari
Ketua Tim / Inisiator Utama
• WA: 082213259414 • rikapuspita@bridasiap.id