Inovasi Bidang Pendidikan Tahap Uji_coba

PAKAM INGGRIS

Inovator Rika Puspitasari
Inisiator Rika Puspitasari
Tahun / Penerapan 21 Jul 2021
Status Verifikasi PUBLISHED

Latar Belakang & Rancang Bangun

Berawal dari pengalaman yang diamati selama ini, pendiri melihat anak kecil yangmasih balita bisa berbahasa daerahnya, padahal pasti tidak mungkin mengikuti les bahasa, atau perantau yang bisa berbahasa tempat dimana mereka tinggal. Dari pengalaman inilah pendiri ingin ada terobosan baru agar bahasa asing ( dalam arti belum dikenal atau dikuasai) bisa familiar di masyarakat awam khususnya masyarakat pedesaan. Hal lain juga banyak menganggap belajar bahasa inggris terlalu terlihat exclusive (mahal) dan hanya untuk golongan tertentu.Pada akhirnya membuat orang kalangan menengah kebawah menjadi minder ngomong english atau tidak percaya diri bahkan di bully oleh orang dekatnya yang " sok bahasa inggris" ini menjadi tantangan KIT-PALI. Untuk menjawab semua itu akhirnya dengan riset dan pengalaman mengajar akhirnya tercetus agar belajar bahasa inggris harus jangan linier, jangan monoton yang akhirnya orang bosan belajar bahasa inggris. Pendiri berpikir "jangan ajak orang belajar bahasa inggris tapi ajak orang berbicara bahasa inggris"agar orang menyukai tentunya lewat pintu yang bisa diterima semua kalangan masyarakat yaitu lewat tema "alam,religi,sosial budaya".Dengan tema atau 3 falsafah dasar KIT-PALI yaitu alam,religi dan sosial budaya maka secara tidak langsung pengguna bahasa inggris akan lebih luas lagi, yaitu masyarakat mampu mengaplikasikan bahasa inggris kedalam kehidupan sehari-hari dan bisa mempresentasikan kekayaan alam budaya ke dunia internasional. Disamping itu yang tampak nyata sekarang adalah permintaan guru bahasa inggris (tutor) di KIT-PALI dari dalam daerah maupun luar daerah meningkat tajam yang sudah pasti membuka lapangan pekerjaan. KIT-PALI dalam inovasinya tidak merubah pakem serta modul dalam ilmu pendidikan bahasa Inggris tetapi lebih banyak dalam hal teknis dalam proses belajar. Makanya banyak masyarakat terheran-heran dan kepoh terhadap pelaksanaan program KIT-PALI, KIT-PALI didirikan tidak semata mengejar kemampuan berbahasa asing akan tetapi kehadiran KIT-PALI adalah bagaimana bisa merubah mindset dan stigma negatif yang selama ini melekat pada masyarakat umum bahwa bahasa inggris hanya untuk masyarakat menengah ke atas, untuk kaum intelektual dan kaum elit. Hal utama yang menjadi tujuan utama didirikannya Kampung Inggris Tempirai-Pali yaitu mencari terobosan baru dan keaslian inovasi dengan cara tidak melakukan hal yang tidak linier, tidak umum, tidak mengikuti trend, namun tidak menghapus pakem pendidikan bahasa itu sendiri dan tidak melenceng dari tujuan pendidikan bahasa inggris, yang diinovasi adalah cara dan sistimnya.

Solusi Inovatif

"Solusi yang ditawarkan melalui inovasi Kampung Inggris Tempirai-PALI (KIT-PALI) adalah mengubah pola belajar bahasa Inggris yang selama ini dianggap sulit, mahal, eksklusif, dan hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu menjadi pembelajaran yang lebih terbuka, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Inovasi ini tidak mengubah prinsip dan kaidah pendidikan bahasa Inggris, tetapi melakukan pembaruan pada cara, sistem, dan pendekatan pembelajaran agar masyarakat terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Adapun solusi yang dilakukan melalui inovasi ini meliputi: Mengubah pola belajar menjadi praktik berbicara KIT-PALI menerapkan prinsip “jangan ajak orang belajar bahasa Inggris, tetapi ajak orang berbicara bahasa Inggris”. Peserta didorong untuk langsung menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehingga proses belajar menjadi lebih alami dan tidak monoton. Membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih inklusif KIT-PALI berupaya menghilangkan anggapan bahwa bahasa Inggris hanya untuk masyarakat berpendidikan, golongan menengah ke atas, atau kalangan tertentu. Masyarakat pedesaan dari berbagai latar belakang diberikan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan bahasa Inggris. Mengintegrasikan bahasa Inggris dengan kehidupan sehari-hari Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas, tetapi dikaitkan dengan aktivitas dan lingkungan masyarakat sehingga peserta dapat memahami bahwa bahasa Inggris dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan tema alam, religi, dan sosial budaya Tiga falsafah utama KIT-PALI, yaitu alam, religi, dan sosial budaya, digunakan sebagai pintu masuk pembelajaran. Pendekatan ini membuat materi lebih dekat dengan kehidupan peserta sekaligus mendorong mereka mampu memperkenalkan kekayaan alam dan budaya daerah menggunakan bahasa Inggris. Menciptakan suasana belajar yang tidak monoton KIT-PALI melakukan inovasi pada teknis dan sistem pembelajaran agar peserta tidak mudah bosan. Bahasa Inggris dipraktikkan melalui aktivitas yang komunikatif dan kontekstual sehingga peserta lebih berani menggunakan bahasa tersebut. Membangun kepercayaan diri masyarakat Inovasi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berlatih tanpa merasa minder atau takut salah. Dengan terbiasa berbicara, peserta diharapkan memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Membuka akses pembelajaran di wilayah pedesaan Kehadiran KIT-PALI membawa pembelajaran bahasa Inggris lebih dekat kepada masyarakat pedesaan, sehingga kesempatan memperoleh keterampilan bahasa asing tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan atau lembaga pendidikan tertentu. Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan Meningkatnya kebutuhan terhadap tutor bahasa Inggris di KIT-PALI, baik dari dalam maupun luar daerah, memberikan peluang bagi tenaga pengajar untuk memperoleh pekerjaan dan mengembangkan kompetensinya. Mempertahankan prinsip pendidikan bahasa Inggris Walaupun metode dan sistem pembelajarannya diinovasi, KIT-PALI tetap mempertahankan pakem dan tujuan pendidikan bahasa Inggris. Kebaruan inovasi terletak pada bagaimana bahasa tersebut diperkenalkan, dipraktikkan, dan dibiasakan dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya Kampung Inggris Tempirai-PALI (KIT-PALI), pembelajaran bahasa Inggris tidak lagi ditempatkan sebagai sesuatu yang eksklusif, sulit, atau hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Inovasi ini menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih dekat dengan masyarakat melalui praktik komunikasi dan tema kehidupan sehari-hari. KIT-PALI diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat dalam menggunakan bahasa Inggris, memperkenalkan potensi alam dan budaya daerah kepada masyarakat internasional, sekaligus menciptakan peluang pengembangan kompetensi dan lapangan pekerjaan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir."

Manfaat Utama & Dampak Kemanfaatan

Masyarakat menjadi lebih percaya diri dan tidak takut salah belajar bahasa Inggris tidak takut di bully, mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih maju dalam hal berbahasa asing, menjadi sumber lapangan kerja menjadi tutor/tenaga pengajar baik dalam Wilayah PALI atau luar Kabupaten PALI.

Tujuan Spesifik Inovasi

Tujuan didirikan KIT-PALI adalah menjadikan daerah Pali sebagai role model belajar bahasa inggris di Indonesia, sebagai icon/brand Kabupaten Pali. Konsep dan metode yang pendiri usung dan ciptakan benar-benar hal baru dalam pendidikan bahasa Inggris di Negara kita. Dengan harapan bahasa Inggris menjadi bahasa ketiga di Indonesia setelah bahasa Indonesia dan bahasa Daerah.

Tim Inovator & Pemilik Inovasi

Rika Puspitasari
Ketua Inovator / Pemilik Utama
Rika Puspitasari
Ketua Tim / Inisiator Utama • WA: 082213259414 • rikapuspita@bridasiap.id